Tuesday, March 20, 2012

Kau Yang Membuatku Merasa Tak sendiri

Kau Yang Membuatku Merasa Tak sendiri

Saat menyakitkan itu datang lagi. Saat aku kembali mengingat kesedihanku tentang apa yang tak bisa kuraih. Ternyata aku belum bisa menerima semua ini. Ternyata aku aku masih memendam rasa kecewa. Terlebih saat melihat mereka bisa melakukan apa yang tidak bisa kulakukan disini. Terlebih saat melihat mereka bisa bertemu dengan orang –orang hebat, dan aku tidak bisa bertemu mereka disini. Ternyata dihati terdalamku aku belum bisa menerima takdir ku. Padahal jika kuingat ingat lagi,semua  ini adalah doaku. Dan Allah sudah mengabulkannya. Ya aku telah memohon kepadaNya untuk mendapatkan semua ini, tapi ini adalah permohonan terakhir. Permohonan yang telah turun.. turun.. dan semakin turun “kualitasnya”.
Doa pertama bersama 32 temanku, aku memohon.
“Ya Allah..  terima aku.. tempatkan aku disini, di tempat yang itu, amin.”
5 temanku mencapai tujuannya.
Doa kedua bersama 27 temanku, aku memohon.
 “Ya Allah..  terima aku.. tempatkan aku disalah satu pilihaan ini, ku berjanji aku akan menjalankan semua dengan sepenuh hati, amin.”
 13 temanku mencapai tujuannya.
Doa ketiga bersama 14  temanku, aku memohon.
“Ya Allah.. cobaan apa ini, aku sangat sedih..kumohon, terima aku, tempatkan aku dimana saja, pada tempat yang aku ridhoi, pada tempat yang memang terbaik untukku, tahun ini juga.. aku pasrah padamu.. kabulkanlah. Amin.”
Akhirnya aku bersama 9  temanku menyusul mereka yang sudah sampai di tempat tujuan terlebih dahulu. 4 temanku masih menunggu cita- cita mereka dengan  sabar, semoga mereka bisa mendapatkannya tahun depan, amin. Aku merasa  bersyukur waktu itu. Dengan tiga pilihan diakhir, aku mamilih tempatku sekarang ini.
Pada awalnya sangat berat, aku merasa tidak memiliki teman disini. Aku sendiri, ini tempat yang sangat asing. Aku tidak menjadi diriku sendiri di sini. Aku kehilangan sahabat- sahabatku dahulu. Aku terbelakang, aku terpancil, aku tenggelam, INI BUKAN TEMPATKU!!.  Aku pendam semua itu sendiri, aku tidak ingin membuat sedih mereka yang selalu mendukungku.
Sampai akhirnya aku mengenal sosok seseorang yang sepertinya memiliki cerita yang tidak jauh berbeda. Ia lebih dahulu merasakan hal itu. 3 tahun sebelum aku mengalaminya. Ia terlihat begitu hebat. Ia tepis semua kecewa nya. Ia menjadi diri yang baru, dengan menerima apa yang terjadi. Ia hebat disini, ia tak tenggelam sepertiku. Aku mengaguminya. Dia adalah awal semangat baru bagiku. Entah perasaan apa ini, tapi dia benar-benar  telah memberi semangat padaku secara tidak langsung. Ia membuatku merasa tidak sendiri. Ia membuktikan bahwa ini adalah takdir Allah yang terbaik bagi kita. Karena hanya Allah yang mengerti apa yang terbaik bagi kita, umatnya. Terimakasih. Maha Besar Allah.

No comments:

Post a Comment