Sunday, April 6, 2014

Setapak Sriwedari- Maliq n D’Essentials





Lihat langit di atas selepas hujan reda
Dan kau lihat pelangi
Seperti kau di sini hadirkan sriwedari
Dalam surga duniawi

Dan kita berpijak lalu
Kau merasakan yang sama sepertiku
Courtesy of liriklagu.asia
Suara hati kita bergema melantunkan nada-nada
Melagu tanpa berkata seperti syair tak beraksara

Lihat fajar merona memandangi kita
Seakan tahu cerita
Tentang semua rasa yang ingin kita bawa
Tanpa ada rahasia

Dan kita melangkah untuk
Lebih jauh lagi, lebih jauh lagi

Suara hati kita bergema melantunkan nada-nada
Melagu tanpa berkata seperti syair tak beraksara

Setapak di taman sriwedari
Setapak sriwedari denganmu

Dan kita berpijak lalu
Dan kita melangkah untuk
Lebih jauh lagi, lebih jauh lagi

Suara hati kita bergema melantunkan nada-nada
Melagu tanpa berkata
Irama hati kita bernada, merayu tanpa bicara
Melagu tanpa berkata seperti syair tak beraksara
Seperti puisi tanpa rima, seperti itu aku padamu

(setapak di taman sriwedari) seperti itu aku padamu
(setapak sriwedari denganmu) seperti itu aku padamu

Latihan Syuting - syuting

Yup, pada postingan kali ini ane akan bercerita tentang pengalaman ikut workshop Audio Visual. Workshop tersebut diadakan oleh PPMP Unnes untuk mahasiswa umum, acaranya akan diadakan di dua tempat yaitu di Bandungan dan kampus. Acara ini gratis! Mendengar kata-kata gratis mata ane langsung berbinar-binar :D . Usut punya usut, yang ikut acara tersebut kebanyakan adalah delegasi dari klub jurnalistik di masing-masing jurusan. Berbekal kenekatan aku sama Ari nekat  ikut workshop tersebut. Dan benar saja, kita berdua menjadi minoritas warga sipil yang mengikuti acara tersebut. Nggak ada basic sama sekali di bidang keterampilan audio visual. Tapi PD aja dah :D

Pembagian kelompok. Aku ada di kelompok tiga. Disini ada sembilan mahasiswa dari jurusan berbeda-beda. Sengaja tiap kelompok diberi beberapa anak yang udah master dalam hal audio-visual. Di kelompok ini ada Adi dan Fakhri dari FBS.
Hari pertama diisi materi editing. 
Hari kedua diisi materi keterampilan mengambil gambar.  Ada banyak istilah yang muncul. Long shoot, medium shoot, tile up, tile down, looking spece, garis imajiner, jumping, bocor, dan banyak lagi. Awalnya semua itu agak aneh di telinga ane. Lama-kelamaan mudeng juga :)
Setelah mendengarkan sedikit teori, tiap kelompok diminta untuk praktek menggunakan kamera secara langsung. Kami ditugaskan membuat adegan pendek berdurasi beberapa menit saja. Kerennya di sini, dua yang udah master dalam hal penggunaan kamera bisa sedikit menekan egonya. Jadi kami bersembilan mempunyai kesempatan mengambil gambar per adegan. Ada 9 adegan, semua anggota bergantian menjadi juru kamera. Pengalaman pertama buat ane memengang kamera seriusan kaya gitu, hehehe.
Oiya tema film pendek dari kelompok kami adalah tentang cinta lingkunga, asiiik :D
 
Mempelajari menu-menu yang ada di dalam kamera

shoot 6 -  Rahman

Shoot 7 -  Resti

Shoot 5 - Nurul
Sebenernya bukan itu foto ane pas ambil adegan, soalnya malu buat minta tolong fotoin. hehehe, itu mah cuma gaya-gayaan aja pegang kamera :p



Shoot 1 - Fakhri

Shoot 2 - Adi

Shoot 3 - Alfi

Shoot 8 - Billy

Shoot 9 - Rosyid
Acara di Bandungan selesai, banyak dapet temen, ilmu, seneng juga nginep di tempat dingiiin.
Acara selanjutnya diselenggarakan hari Kamis dan Jumat besok di kampus. Semoga menyenangkan dan bermanfaat :)

Thursday, April 3, 2014

Update Perkembangan Tanaman Gue





Caisim, perkembangannya paling pesat diantara tanaman lain :)

Tomat, perkembangannya cukup agresif :p

Pakchoy, ini sejenis dengan caisim, masih keluarga sawi-sawian. Jadi perkembangannya juga ikut pesat.

Bunga Matahari dan Marigold, bijinya memang mahal, tapi totipotensinya tinggi :)

Cabe-cabean, perkembangannya sangat lambat :(
Oiya, ini buat pelajaran aja ya.
Ane melakukan kesalahan prosedur ketika ane nanem cabe-cabean.
Seharusnya tinggal ditaburkan aja di atas tanah.
Tapi malah ane kubur begitu dalam.
Alhasil, perkecambahannya lambat, dan nggak tumbuh-tumbuh.
Dari 4 wadah persemaian, hanya 1 saja yang menunjukkan adanya potensi kehidupan.
Itu pun hanya muncul 4 - 5 kecambah.
Ini memang kesalahan ane yang menyamakan proses penyemaian dengan proses penanaman. :p
Oke fix.
Lain kali jika anda, bapak-bapak, ibu-ibu, remaja putri dan remaja putra yang keputri-putrian, ingin melakukan penyemaian, cukup dengan menebarkan benih itu di atas tanah gembur.
Nggak perlu congkel-congel-congkel yang dalam.
Menanam benih di kebun orang.
Oke ;D
Sampai jumpa di update perkembangan tomat, cabe-cabean, bunga matahari dan tanaman-tanaman ane yang lain yaaa :D
Wassalamu alaikum warrahmatullahi wabarakatuh (gaya wendy)